DIVE RELATED BLACKOUTS

Oleh : dr Anita Devi, M.Si Residen PPDS Kedokteran Kelautan FK UHT
Dosen : dr. Pandu Harijono,Sp.An.,TI.,Subs.TI (K)

Dive-related blackout adalah kehilangan kesadaran yang terjadi pada penyelam saat atau setelah menyelam. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

 1. Hipoksia: Kehabisan oksigen dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.

2. Tekanan Darah Rendah: otak tidak mendapatkan oksigen yang cukup jika tekanan darah terlalu rendah.

3. Narkosis Nitrogen: Nitrogen memiliki efek anestesi yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran.

4. Peralatan yang tidak berfungsi: gangguan fungsi peralatan selam dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.

5. Kondisi stres dan kecemasan: menyebabkan kehilangan kesadaran dapat dipicu oleh stres dan kecemasan

Gejala :

1. Sulit bernapas

2. Sulit bicara

3. Sulit bergerak

4. Mendadak kehilangan kesadaran

Pencegahan :

1. Persiapkan peralatan selam sesuai dan berfungsi dengan baik

2. Pastikan kondisi fit sebelum menyelam, jika perlu lakukan pemeriksaan kesehatan

3. Menyelam Bersama dive buddy

4. Jangan melebihi batas waktu dan kedalaman menyelam

5. Ikuti prosedur penyelaman dengan benar

Penanganan

1. Bawa korban naik ke permukaan jika terjadi gejala kehilangan kesadaran

2. Berikan oksigen jika memungkinkan

3. Lakukan CPR jika korban tidak bernapas

4. Segera mencari pertolongan medis jika korban tidak sadar atau mengalami gejala lainnya.

BLACKOUT SAAT FREE DIVING

Pada penyelam tahan nafas /breath hold diving, hypoxic black out disebut juga breathhold syncope/ shallow water blackout.  Shallow water blackout adalah suatu kondisi yang terjadi ketika seorang penyelam mengalami kehilangan kesadaran karena kekurangan oksigen di dalam air yang dangkal. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti:

1. Kekurangan oksigen di dalam air.

2. Tekanan air yang rendah.

3. Kegagalan peralatan menyelam.

Blackout yang terkait dengan penyelaman, yang sering disebut sebagai “blackout saat freediving,” adalah kejadian serius yang terjadi ketika seorang penyelam kehilangan kesadaran akibat pasokan oksigen yang tidak mencukupi ke otak, terutama selama penyelaman dengan menahan napas. Fenomena ini dapat menyebabkan tenggelam jika tidak segera ditangani. Memahami mekanisme, faktor risiko, dan langkah-langkah pencegahan sangat penting bagi penyelam dan petugas keselamatan.

Mekanisme Terjadinya Blackout

Ada beberapa mekanisme yang dapat menyebabkan blackout terkait penyelaman:

Hipoksia karena waktu: Ini terjadi ketika seorang penyelam menahan napas dengan durasi yang panjang, menyebabkan penurunan kritis kadar oksigen akibat aktivitas metabolik. Penahanan napas yang berkepanjangan, terutama di bawah tekanan, mempercepat proses ini. Hiperventilasi sebelum menyelam dapat memperburuk situasi dimana kadar CO2 menurun secara drastis, sehingga menekan dorongan untuk menarik napas dan memungkinkan penyelam menahan napas lebih lama dari yang seharusnya.

Hipoksia Iskemik: Aliran darah yang berkurang ke otak dapat terjadi akibat vasokonstriksi serebral yang disebabkan oleh rendahnya kadar CO2 akibat hiperventilasi atau peningkatan tekanan pada jantung dari teknik pengemasan paru-paru (glossofaringeal insuflation). Ini dapat menyebabkan pasokan O2 ke otak yang tidak memadai, menyebabkan penurunan kesadaran.

Hipoksia akibat Ascent: Saat penyelam naik dari kedalaman, pengurangan tekanan atmosfer mengurangi tekanan parsial oksigen yang tersedia. Seorang penyelam mungkin merasa baik-baik saja di kedalaman tetapi bisa mengalami blackout saat mereka naik dan kadar oksigen turun di bawah ambang batas untuk mempertahankan kesadaran.

Blackout di permukaan: Jenis ini terjadi segera setelah muncul ke permukaan ketika seorang penyelam menghembuskan napas. Tindakan menghembuskan napas mengurangi tekanan intratoraks dan menurunkan pengiriman oksigen ke otak, menyebabkan kehilangan kesadaran segera setelah muncul ke permukaan.

Faktor Risiko

Beberapa faktor meningkatkan kemungkinan mengalami blackout:

Hiperventilasi: Mengurangi kadar karbon dioksida secara sengaja melalui hiperventilasi meningkatkan risiko hipoksia dan mengurangi dorongan alami untuk bernapas.

Kedalaman dan Durasi Penyelaman: Penyelaman yang lebih dalam dan waktu menahan napas yang lebih lama secara signifikan meningkatkan risiko blackout karena meningkatnya tuntutan metabolik dan perubahan tekanan selama naik ke permukaan.

Kondisi Fisik: Meskipun individu yang bugar sering kali merupakan penyelam yang lebih kuat, mereka juga mungkin mendorong batas mereka lebih jauh, sehingga meningkatkan risiko Blackout.

Kurangnya Pengawasan: Menyelam tanpa pasangan atau monitor keselamatan dapat menyebabkan konsekuensi fatal jika terjadi blackout tanpa bantuan segera.

Strategi Pencegahan

Untuk mengurangi risiko terkait blackout saat menyelam, penyelam harus mempertimbangkan untuk menerapkan strategi berikut:

Pelatihan dan Pendidikan: Penyelam harus menjalani pelatihan tentang prosedur penyelaman yang aman dan memahami efek fisiologis dari menahan napas.

Dive buddy: Selalu menyelam dengan pasangan yang dapat membantu dalam keadaan darurat.

Hindari Hiperventilasi: hindari hiperventilasi berlebihan sebelum menyelam untuk menjaga kadar karbon dioksida tetap sesuai.

Pemantauan Profil Penyelaman: Memantau kedalaman dan durasi penyelaman membantu menghindari melebihi batas aman.

Kesimpulan

Blackout terkait penyelaman merupakan risiko signifikan bagi penyelam bebas, terutama ketika tidak memperhatikan prosedur keselamatan. Dengan memahami mekanisme di balik insiden ini dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, penyelam dapat meningkatkan keselamatan mereka sambil menikmati pengalaman bawah air.

Referensi

Bove, A. A., & Davis, J. C. (2017). Diving medicine (5th ed.). Philadelphia, PA: Elsevier. Printing Office.

Edmonds C., Bennet M. Lippmann J, Mitchell SJ, (2016), Diving and Subaquatic Medicine, fifth Edition, CRC Press.

Guyton, Arthur C. (1991). Shallow water blackout. in Textbook of Medical Physiology (p. 739-740). Philadelphia, PA: W.B. Saunders Company. US Navy. (2016). US Navy diving manual (Revision 7). Washington, DC: US Government