Keselamatan dan Evakuasi Penyakit Menular di Laut
Oleh : Dr. dr. Arif Rahman Nurdianto, M.Imun., M.H.
Dosen : dr. Pandu Harijono, Sp.An., TI., Subs.TI (K)
Residen PPDS Spesialis Kedokteran Kelautan Universitas Hang Tuah Surabaya
Abstrak
Penyakit menular di laut merupakan tantangan besar bagi keselamatan pelaut, mengingat terbatasnya akses ke fasilitas medis dan keterisolasian di kapal. Penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC), demam berdarah, dan infeksi saluran pernapasan akut dapat menyebar dengan cepat di lingkungan tertutup, memperburuk kondisi kesehatan para pelaut. Artikel ini membahas pentingnya keselamatan, pencegahan, dan prosedur evakuasi medis untuk pelaut yang terinfeksi penyakit menular, serta contoh-contoh penyakit yang sering ditemui di kapal. Penekanan akan diberikan pada penanganan medis awal, pengobatan selama evakuasi, dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Kata Kunci: penyakit menular, evakuasi medis, keselamatan pelaut, tuberkulosis, infeksi saluran pernapasan, evakuasi laut
1. Pendahuluan
Penyakit menular di laut menjadi perhatian serius bagi industri pelayaran, terutama dalam menghadapi kondisi lingkungan yang memfasilitasi penyebaran infeksi, seperti ruang tertutup dan komunikasi terbatas dengan fasilitas medis di daratan. Selama pelayaran, perawatan medis terbatas, sehingga penanganan penyakit menular pada tahap awal menjadi krusial untuk mencegah penyebaran yang lebih luas. Prosedur evakuasi medis harus dipersiapkan dengan baik, termasuk identifikasi penyakit, langkah-langkah pencegahan, dan pengobatan yang dapat diberikan selama evakuasi menuju fasilitas medis terdekat.
2. Penyakit Menular yang Sering Ditemui di Laut
Beberapa penyakit menular yang umum ditemui di laut antara lain:
2.1 Tuberkulosis (TBC)
Tuberkulosis adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menyebar melalui udara. Di kapal, terutama pada kapal yang mengangkut banyak orang dalam waktu lama, penularan bisa sangat cepat. Gejalanya meliputi batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan. Untuk penanganan awal, pemberian obat antituberkulosis seperti rifampicin dan isoniazid harus segera dimulai. Selama evakuasi, isolasi pasien di ruang tertutup sangat penting untuk mencegah penularan lebih lanjut (Jasmer et al., 2019).
2.2 Demam Berdarah
Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala yang parah seperti demam tinggi, ruam, dan perdarahan. Jika infeksi berkembang menjadi bentuk yang lebih parah, seperti demam berdarah berat, pelaut harus segera dievakuasi. Pengobatan utama adalah manajemen cairan dan pemantauan tekanan darah, serta pencegahan infeksi sekunder (Bhatt et al., 2013).
2.3 Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Infeksi saluran pernapasan akut, seperti pneumonia atau influenza, dapat dengan cepat menyebar di ruang tertutup pada kapal. Penanganan awal melibatkan pemberian antibiotik untuk pneumonia bakterial atau obat antivirus untuk influenza. Evakuasi medis penting untuk memberikan perawatan lanjutan, seperti ventilasi mekanis atau oksigen tambahan jika diperlukan (Lloyd et al., 2019).
2.4 COVID-19
Pandemi COVID-19 menunjukkan tantangan besar dalam penanganan penyakit menular di laut. Virus ini sangat menular dan dapat menyebabkan penyakit parah pada pelaut yang berisiko tinggi. Penanganan awal yang sangat penting meliputi isolasi pasien, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan disinfeksi kapal secara menyeluruh. Evakuasi medis untuk pasien COVID-19 harus dilakukan dengan prosedur yang ketat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut (Tay et al., 2020).
3. Prosedur Evakuasi Medis di Laut
Evakuasi medis penyakit menular di laut memerlukan prosedur yang sistematis dan terkoordinasi. Berikut adalah langkah-langkah yang harus diikuti:
3.1 Identifikasi Kasus Penyakit Menular
Identifikasi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Petugas medis kapal harus memiliki pengetahuan tentang gejala penyakit menular umum dan mengadakan pemeriksaan rutin. Pada kasus-kasus penyakit menular yang terdeteksi, pengisolasi pasien di ruang tertutup atau kabin terpisah harus segera dilakukan.
3.2 Pengobatan Awal dan Pemantauan
Pengobatan awal bergantung pada jenis penyakit yang terdeteksi. Pada penyakit pernapasan seperti TBC atau pneumonia, pemberian antibiotik atau obat antivirus harus segera dimulai. Pasien dengan demam berdarah memerlukan pengelolaan cairan secara intensif. Selama evakuasi, pemantauan ketat terhadap kondisi medis pasien harus dilakukan untuk memastikan stabilitas mereka.
3.3 Prosedur Evakuasi
Evakuasi pasien harus dilakukan dengan memperhatikan risiko penularan ke kru lainnya. Penggunaan ambulans medis atau helikopter adalah pilihan utama untuk mengevakuasi pasien ke rumah sakit di daratan. Evakuasi harus mematuhi protokol kesehatan dan keselamatan, seperti penggunaan APD oleh kru dan pengaturan transportasi yang minim kontak.
3.4 Koordinasi dengan Pusat Medis Daratan
Sebelum evakuasi, penting untuk berkoordinasi dengan pusat medis daratan untuk memastikan persiapan yang tepat, baik untuk penerimaan pasien maupun untuk pengobatan lebih lanjut. Pasien harus diberikan informasi medis yang relevan, seperti jenis penyakit, pengobatan yang telah diberikan, dan kondisi kesehatan saat evakuasi (Wang et al., 2019).
4. Langkah Pencegahan di Kapal
- Untuk mencegah penyebaran penyakit menular di kapal, langkah-langkah berikut harus diterapkan:
- Vaksinasi: Vaksinasi terhadap penyakit tertentu, seperti influenza dan hepatitis B, dapat mengurangi risiko penyakit di kapal.
- Perawatan Kebersihan: Peningkatan kebersihan, terutama sanitasi tangan dan pembersihan permukaan yang sering disentuh, dapat mengurangi penyebaran infeksi.
- Penggunaan APD: Penggunaan alat pelindung diri yang tepat oleh kru kapal dan pelaut yang sakit untuk mencegah penularan.
- Penyuluhan Kesehatan: Program penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit menular dan cara-cara pencegahannya.
5. Kesimpulan
Penyakit menular di laut merupakan ancaman serius yang membutuhkan prosedur evakuasi medis yang cepat dan tepat. Pengelolaan penyakit seperti tuberkulosis, demam berdarah, dan infeksi saluran pernapasan harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan pelaut lainnya. Evakuasi medis yang tepat dan koordinasi dengan pusat medis daratan sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit di kapal dan memastikan kesehatan serta keselamatan pelaut selama pelayaran.
Referensi
Bhatt, S., Gething, P. W., & Brady, O. J. (2013). The global distribution and burden of dengue. Nature, 496(7446), 504-507.
Jasmer, R. M., Saukkonen, J. J., & Cohn, D. L. (2019). Tuberculosis: A clinical overview. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 190(8), 953-964.
Lloyd, L. K., Peiris, J. M., & Nelson, M. R. (2019). Acute respiratory infections and their management in seafarers. International Maritime Health, 70(3), 159-167.
Tay, E. L., Lim, W. H., & Tan, H. K. (2020). Managing COVID-19 on ships: Guidelines and lessons learned. Journal of Travel Medicine, 27(7), 1-4.
Wang, J., Wei, H., & Liu, Z. (2019). A systematic review of evacuation procedures for medical emergencies in maritime environments. International Journal of Disaster Risk Reduction, 41, 101315.